Ayo Segera Bergabung

Milis : margoyudan-98@yahoogroups.com
Friendster : margoyudan solo (margoyudan_98@yahoo.co.id)
Facebook : Margoyudan Smansa

Rabu, 10 Desember 2008

Waduk Gajah Mungkur

terletak 3 KM di selatan Kota Wonogiri. Perairan danau buatan ini dibuat dengan membendung sungai terpanjang di pulau Jawa yaitu sungai Bengawan Solo.Mulai dibangun di akhir tahun 70-an dan mulai beroperasi pada tahun 1978. Waduk dengan wilayah seluas kurang lebih 8800 ha di 7 kecamatan bisa mengairi sawah seluas 23600 ha di daerah Sukoharjo, Klaten, Karanganyar dan Sragen. Selain untuk memasok air minum Kota Wonogiri juga menghasilkan listrik dari PLTA sebesar 12,4 MegaWatt. Untuk membangun waduk ini pemerintah memindahkan penduduk yang tergusur perairan waduk dengan transmigrasi Bedhol Desa ke Sitiung, wilayah Propinsi Lanpung.
Waduk Gajah Mungkur juga merupakan tempat rekreasi yang sangat indah. Di sini tersedia kapal boat untuk mengelilingi perairan, juga sebagai tempat memancing. Selain itu dapat pula menikmati olah raga layang gantung (Gantole). Terdapat juga taman rekreasi "Sendang" yang terletak 6 km arah selatan Kota Wonogiri, yang juga berisi taman Satwa yang lumayan lengkap.
Jika anda ingin menyaksikan Bendungan Serbaguna Wonogiri (Bendungan dan PLTA Waduk Gajahmungkur), dari arah Wonogiri naik minibis jurusan Eromoko, Manyaran turun di Tugu Kalpataru (2 Km) lalu berjalan kaki turun sejauh 500 meter. Dari arah O.W Sendang naik Bis atau Minibis jurusan Wonogiri, Solo turun di Tugu Kalpataru, ) lalu berjalan kaki turun sejauh 500 meter ke arah selatan.
Jika ingin menyaksikan Gantole (Hari-hari tertentu) anda bisa menuju ke campingground, selain pemandangannya bagus dari atas bukit, tempat ini kebanyakan sangat berkesan bagi pengunjung (romantis), untuk menuju ke lokasi ini anda bisa menanyakan langsung kepada penduduk sekitar Waduk (Jarak 1 Km dari O.W Sendang)
Waduk ini direncanakan bisa berumur sampai 100 tahun. Namun sampai tahun 2007 ini semakin kelihatan begitu tingginya endapan lumpur membuat sangsi apakah umurnya bisa 100 tahun. Pada akhir tahun 2006 saat kemarau permukaan waduk menurun sehingga menjadi jalan yang menghubungkan kota kecamatan Eromoko dengan Baturetno. Ini disebabkan pengelolaan hutan sabuk hijau yang tidak benar. Sejak krisis moneter mengguncang negeri ini pencurian / penebangan pohon akasia di sekitar genangan air tak terkendali lagi

0 komentar: